HUKUM DAN EKONOMI

Pendahuluan

Hukum menggunakan ilmu ekonomi pada bidang hukum anti persaingan (antitrust), pengaturan industri-industri, perpajakan,dan menentukan masalah moneter. Hukum dibutuhkan ekonomi dalam hal menjawab pertanyaan seperti “siapa yang menjadi tergugat dalam bursa saham ?”. “dapatkah kontrol harga dalam asuransi mobil mengurangi nilai riilnya ?”, “siapa sebenarnya yang dibebankan pajak ?”,dan “berapa besar pendapatan masa depan anak-anak yang hilang karena orangtua mereka meninggal?”.

Perkembangan pesat terjadi sekitar tahun 1960-an, ketika analisis ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) masuk ke dalam bidang hukum, seperti properti, kontrak, kesalahan/kerugian, hukum pidana dan hukum acaranya, dan hukum tata negara. Hal ini dikemukakan oleh Ronald H. Coase dalam tulisannya yang berjudul The Problem of Social Cost (1960) dan Guido Calabresi dalam tulisannya yang berjudul Some Thoughts on Risk Distributionand the Law of Torts (1961).

Apa yang dimaksud dengan analisis ekonomi dari hukum ?

Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa ekonomi menghasilkan sebuah teori tingkah laku/perilaku untuk memprediksi bagaimana respon manusia terhadap perubahan-perubahan  dalam hukum. Teori ini melampaui intuisi, hanya sebagai ilmu sains yang melampaui akal biasa (common sense).

Dalam tambahan kepada sebuah teori sains tentang perilaku, ekonomi menghasilkan sebuah standar normatif yang sangat berguna untuk mengevaluasi hukum dan kebijakan. Hukum bukan sekedar (arcane) argumen-argumen teknis saja, hukum adalah instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan kepentingan sosial yang penting. Untuk mengetahui efek-efek dari hukum dalam tujuan itu, hakim dan pembuat hukum lainnya harus mempunyai sebuah metode untuk mengevaluasi efek-efek hukum dalam nilai-nilai sosial yang penting.

Ilmu Ekonomi memprediksi efek kebijakan terhadap efisiensi. Efisiensi selalu berhubungan dengan pembuatan kebijakan, karena akan selalu lebih baik mencapai semua kebijakan-kebijakan yang ada dengan biaya yang rendah daripada dengan biaya yang tinggi. Pejabat umum tidak pernah menyokong uang yang siasia/pemborosan.

Selain efisiensi, Ilmu ekonomi yang juga memprediksi efek dari kebijakan-kebijakan dalam nilai penting lainnya adalah distribusi. Diantara penerapan ilmu ekonomi itu terhadap kebijakan publik adalah penggunaannya untuk memprediksi siapa sebenarnya yang dibebankan berbagai macam pajak. Lebih daripada penelitian ilmu-ilmu sosial, ahli ekonomi memahami bagaimana hukum memberi dampak terhadap distribusi pendapatan dan kesejahteraan disegala lapisan sosial. Sementara ahli ekonomi seringkali merekomendasikan perubahan untuk peningkatan efisiensi, mereka mencoba menghindari sengketa tentang distribusi, biasanya memberikan rekomendasi tentang distribusi kepada pengambil kebijakan (policy makers) atau pemilih (voters).

Mengapa ahli hukum sebaiknya mempelajari ekonomi ?, Mengapa pula ahli ekonomi sebaiknya mempelajari hukum ?

Analisa Ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) adalah suatu bidang ilmu interdispliner yang meliputi dua bidang ilmu yang luas dan juga pemahaman yang lebih dari keduanya. Ekonomi membantu kita untuk melihat hukum dari cara yang baru, salah satunya adalah sangat berguna bagi ahli hukum dan bagi siapa saja yang tertarik dalam persoalan kebijakan publik.

Ketika kita memusatkan perhatian bahwa apakah ekonomi dapat membawa sesuatu kepada hukum, kita juga sebaiknya menemukan bahwa hukum membawa sesuatu kepada ekonomi. Analisis ekonomi seringkali mengambil peran untuk dijaminkan pada lembaga hukum (legal institutions) seperti properti dan kontrak, dimana memberi dampak ekonomi.

Disamping itu, ahli ekonomi dapat mempelajari teknik-teknik dari ahli hukum. Ahli hukum meluangkan banyak waktu mereka untuk mencoba menyelesaikan masalah-masalah hukum, dan teknik analisa hukum dibentuk oleh kepatuhan untuk beracara. Hasil dari suatu perkara sering diberikan tanda-tanda yang digunakan untuk menggambarkan fakta-fakta, maka  mahasiswa hukum mempelajari sensitivitas untuk membedakan hal-hal yang bersifat lisan.

Bidang-bidang yang termasuk dalam ruang lingkup hukum ekonomi

1. Teori Ekonomi tentang Hukum Kekayaan (an economic theory of property)

2. Teori Ekonomi tentang Hukum Kontrak (an economic theory of contract)

3. Teori Ekonomi tentang Hukum Kerugian (an economic theory of tort law)

4. Teori Ekonomi tentang Proses Hukum (an economic theory of the legal process)

5. Teori Ekonomi tentang Kejahatan dan Hukuman (an economic theory of crime and punishment)

sumber: Robert Cooter and Thomas Ulen, Law & Economics.

http://idb2.wikispaces.com

Tentang sonny agasi

terserah deh mau komentar aapan..hahahaha
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s