HUKUM KEBENDAAN

Hak Eigendom Atas tanah Menurut B.W.

Ada baiknya kita mengetahui Hak Eigendom atas tanah. disamping itu perlu mengetahui peraturan – peraturan dalam masa peralihan, berhubungan dengan adanya konversi hak – hak itu menjadi hak – hak undang – undang pokok Agraria.

Peraturan – peraturan Burgerlijk Wetboek yang mengatur mengenai hak eigendom dan hak – hak lain atas tanah pada umumnya hanya berlaku bagi warga negara indonesia yang berbangsa Eropah, Tionghoa, arab dan Timur Asing lain. akan tetapi hak eigendom dan hak – hak lain atas tanah menurut B.W. dapat dimiliki juga oleh orang Indonesia asli, yaitu cara jual beli, tukar menukar, penghibahan, warisan dan lain – lain sebagainya. Menurut Hukum Intergentiel sudah lazim dianggap, bahwa bagi tanah eigendom dan lain – lain itu, di tangan siapa pun juga, berlakulah peraturan – peraturan yang bersangkutan dari Burgerlijk Wetboek. dari itu, juga bagi orang – orang Indonesia asli sangat perlu mengetahui peraturan B.W. mengenai hak eigendom dan hak – hak lainnya.

Pasal 570 B.W. menggambarkan hak eigendom sebagai suatu hak, yang mempunyai dua unsur, seperti halnya dengan hak milik menurut hukum adat yaitu :

a.       hak untuk memungut hasil atau kenikmatan sepenuhnya dari suatu barang

b.      hak untuk menguasai barang itu secara seluas-luasnya, seperti menjual, menukarkan, menghibahkan dan lain – lain sebagainya.

Dalam sistem Burgelijk Wetboek hak eigendom adalah hak atas suatu barang, yang pada hakikatnya selalu bersifat sempurna, akan tetapi pada kenyataannya, tidak selalu demikian, melainkan ada kemungkinan seringkali dikurangi (uitgehold) dengan adanya hak – hak lain dari orang lain atas barang itu.

Sifat perbedaan (Zakelijk karakter)

Hak eigendom oleh Burgerlijk wetboek, diatur dalam buku II dan di situ bersama – sama dengan hak – hak lain seperti hak erfpacht, hak opstal, hak vruchtgebruik, merupakan segerombolan hak – hak yang dinamakan “zakelijke recten” artinya hak perbedaan atas suatu benda itu merupakan kekuasan langsung dari seorang atas suatu benda.

Tentang hak perbedaan ialah hak perseorangan (persoonlijk recht) atas suatu benda, seperti misalnya hak sewa, dalam mana suatu hubungan langsung hanya ada antar seorang penyewa dan seorang yang menyewakan sedangkan hak si penyewa untuk menguasai barang yang disewa.

Sifat Mutlak (absolut karakter)

sering juga dikatakan, bahwa hak eigendom dan hak – hak lain yang diatur dalam buku II B.W. adalah bersifat mutlak dalam arti bahwa hak – hak ini dapat diperlakukan terhadap siapa pun juga yang mengganggu terelaksanakan hak – hak itu.

Sifat mutlak ini juga terdapat hak – hak yang bukan hak perbedaan, seperti hak pengarang, hak oktroi (hak monopoli untuk mempergunakan cara baru guna menghasilkan suatu barang) dan hak cipta dagang (markencheht = hak monopoli untuk memakai suatu cap dagang tertentu). hak – hak semacam itu juga dinamakan hak – hak monopoli dan dapat dipertahankan terhadap setiap orang pengganggu.

Pembatasan hak eigendom

pembatasan hak eigendom ada dua macam yaitu :

1.      Berdasarkan atas hak – hak orang lain

2.      Berdasarkan atas suatu penentuan belaka dari undang – undang

Cara Mendapatkan hak eigendom atas tanah

Menurut pasal 548 B.W cara – cara mendapatkan hak eigendom atas tanah adalah :

a.       pencakupan denagn barang lain menjadi satu benda

b.      mewarisi

c.       penyerahan (levering) yang mengikuti perjanjian untuk memindahkan hak eigendom

d.      pengaruh lampau waktu (verjaring)

Referensi : Berbagai Referensi

Tentang sonny agasi

terserah deh mau komentar aapan..hahahaha
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s